Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.EK., bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., dan jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan secara resmi memberangkatkan Calon Jemaah Haji tahun 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi di depan Pendopo Lokatantra pada Rabu, 29 April 2026. Pemberangkatan gelombang pertama ini mengikutsertakan 1.722 jemaah yang terbagi dalam tiga sesi waktu untuk lima kelompok terbang. Kloter 30 dan 31 diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB, kloter 32 pada pukul 11.00 WIB, sedangkan kloter 33 dan 34 bertolak pada pukul 19.00 WIB.
Pemerintah Kabupaten Lamongan mencatat total sebanyak 2.758 Calon Jemaah Haji yang akan berangkat pada tahun ini. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sekitar 1.000 jemaah jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi perkembangan kondisi perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah jemaah haji ini merupakan pertanda bahwa masyarakat semakin makmur dan sejahtera. Kondisi ekonomi warga dinilai semakin membaik yang terlihat dari tingginya antusiasme untuk menunaikan ibadah haji maupun umroh. Beliau mendoakan agar seluruh jemaah diberikan keselamatan selama rangkaian ibadah, menjadi haji yang mabrur, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat saat kembali.
Pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung selama 40 hari di tengah perbedaan cuaca ekstrem memerlukan kesiapan fisik yang matang dari para jemaah. Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lamongan menginformasikan bahwa pemerintah telah menerjunkan tim pendukung khusus untuk mengawal kesehatan dan kelancaran ibadah. Tim tersebut terdiri dari 13 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, 13 orang Tenaga Kesehatan Haji Kloter, 8 orang Petugas Haji Daerah, serta 10 orang Pembimbing Ibadah Haji KBIHU.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa keseluruhan proses pemulangan dan pemberangkatan jemaah asal Lamongan dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap selama tiga hari. Agenda pemberangkatan ini berjalan berurutan mulai tanggal 29 April, 30 April, hingga berakhir pada 1 Mei 2026. Komposisi jemaah tahun ini didominasi oleh perempuan dengan rincian 1.544 jemaah perempuan dan 1.214 jemaah laki-laki.
Penyelenggaraan haji periode ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan untuk memastikan kenyamanan seluruh peserta. Pemerintah menerapkan skema khusus berupa Skema Murur yang memfasilitasi jemaah dari Arafah langsung menuju Mina tanpa bermalam di Muzdalifah. Selain itu, diterapkan pula Skema Tanazul yang memungkinkan jemaah tertentu untuk tidak menginap di Mina dan langsung kembali ke hotel guna memberikan proteksi serta kemudahan akses.


